Menjelajahi orientasi tujuan sebagai komponen regulasi mandiri

Selesai

Agar anggota tim Anda dapat bekerja dengan baik dalam pelatihan dan proyek yang akan datang, mereka harus belajar dengan efektif. Anda sadar bahwa tim terdiri dari berbagai jenis pelajar dengan bermacam-macam motivasi. Di unit ini, Anda akan belajar mengenali orientasi tujuan tim Anda. Pengenalan ini akan membantu Anda dalam mengidentifikasi metode pelatihan dan evaluasi mana yang paling sesuai untuk tim Anda berdasarkan pada orientasi tujuan anggota tim. Anda juga akan memahami bahwa tujuan berbasis penguasaan adalah tujuan yang paling efektif untuk keperluan pembelajaran dan kemampuan untuk mengingat.

Teori orientasi tujuan

Orientasi tujuan adalah cara seseorang yang termotivasi untuk belajar dan terlibat dalam pembelajaran. Sebagai komponen regulasi mandiri, orientasi tujuan memengaruhi cara pelajar tetap bertahan dalam tugas dan menangani kegagalan.

Orientasi performa versus orientasi penguasaan

Teori orientasi tujuan berasal ketika beberapa kelompok siswa diberikan ujian yang dirancang untuk menentukan apa yang memotivasi mereka untuk mencapainya. Hasil ujian ini memperlihatkan bahwa orang-orang ingin:

  • Menunjukkan kemampuan mereka kepada orang lain, yaitu orientasi performa.

  • Menambah pengetahuan demi belajar, yaitu orientasi penguasaan.

Beberapa pelajar dengan tujuan performa mengerjakan ujian dengan baik, sementara yang lain berhasil dengan menetapkan tujuan penguasaan. Jika pekerjaan Anda ada hubungannya dengan mengajar atau mentoring, mungkin akan berguna bagi Anda untuk memahami bahwa:

  • Tujuan performa cocok untuk digunakan dalam mengajarkan informasi dan fakta yang harus dihafal oleh pelajar.

  • Sedangkan, tujuan penguasaan lebih cocok untuk digunakan dalam mengajarkan cara melakukan analisis dan menerapkan pemahaman konsep.

Orientasi performa

Pelajar yang menetapkan tujuan performa termotivasi oleh aktivitas dan metode pembelajaran dengan hasil akhir yang berupa nilai. Pertimbangkan pelajar yang pertanyaan pertamanya adalah "Apakah materi ini akan muncul di ujian?" Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pelajar telah menetapkan tujuan performa dan berfokus pada baiknya performa pada ujian. Nilai bisa dijadikan tanggapan utama (atau satu-satunya) yang diterima oleh pelajar ini, jadi nilai adalah hal yang penting baginya.

Kelemahan bagi pelajar yang berorientasi pada performa adalah pelajar tersebut dapat merasa tertekan, bahkan hingga panik saat ujian berlangsung. Stres ini dapat mempengaruhi semua orang di sekitarnya. Tingkat stres yang tinggi tidak kondusif untuk pembelajaran yang efektif atau terhadap kesehatan mental.

Gambar yang menunjukkan orang di depan komputer yang berpikir 'Saya harap saya tidak mendapat nilai buruk dalam ujian ini.'

Orientasi performa dapat dibagi lebih lanjut menjadi:

  • Orientasi pendekatan performa. Pelajar dengan orientasi ini biasanya ingin menunjukkan kemampuannya. Misalnya, pelajar dengan orientasi ini mungkin termotivasi untuk belajar dengan giat, sehingga orang lain berpikir bahwa pelajar tersebut adalah pribadi yang cerdas.

  • Orientasi yang menghindari performa. Seorang pelajar dengan orientasi ini biasanya tidak ingin menunjukkan kelemahan apa pun. Misalnya, pelajar dengan orientasi ini mungkin termotivasi untuk belajar dengan rajin karena tidak ingin orang lain mengolok-olok dirinya karena mendapatkan nilai yang buruk.

Orientasi penguasaan

Orientasi tujuan penguasaan sering digambarkan sebagai senang belajar demi aktivitas belajar itu sendiri. Tujuan berbasis penguasaan dianggap sebagai tujuan yang paling efektif untuk pembelajaran dan kemampuan untuk mengingat. Pelajar yang memiliki orientasi tujuan penguasaan:

  • Memiliki minat dasar dalam belajar dan memiliki sikap positif terhadap aktivitas belajar.

  • Secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

  • Merasakan bahwa usaha yang dilakukannya akan mengarah pada keberhasilan dan bahwa pelajar dapat memperbaiki kegagalan dengan mengubah strategi.

  • Merasa bersalah jika percaya saat pelajar tidak berusaha cukup keras.

  • Lebih suka pekerjaan yang menantang dan yang kerap mengambil risiko.

  • Akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tugas jika diperlukan.

  • Bertahan dalam menghadapi kesulitan.

    Catatan

    Ada kemiripan antara orientasi tujuan penguasaan dan pola pikir bertumbuh. Pola pikir bertumbuh adalah sikap mental bahwa Anda dapat mempelajari apa pun yang tidak Anda ketahui dan bahwa Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda melalui dedikasi dan kerja keras.

Gambar yang menunjukkan seseorang di layar komputer yang menampilkan kata 'tantangan'. Orang tersebut tampak bersemangat untuk mulai bekerja.

Orientasi penguasaan dapat dibagi lebih lanjut menjadi:

  • Orientasi pendekatan penguasaan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kepercayaan diri demi belajar dan memahami. Misalnya, pelajar dengan orientasi ini termotivasi untuk belajar karena memang menikmati proses belajar, bahkan jika membuat kesalahan.

  • Orientasi yang menghindari penguasaan. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahpahaman. Misalnya, orang dengan orientasi ini termotivasi untuk belajar sehingga mereka tidak gagal memenuhi standar prestasi yang tinggi yang ditetapkan untuk dirinya sendiri.

    Catatan

    Ada dua cara dalam mengidentifikasi lingkungan pembelajaran yang berfokus pada orientasi penguasaan:

    • Orang-orang merasa senang belajar. Perasaan ini memotivasi semua orang agar belajar lebih banyak.
    • Orang-orang membandingkan posisi mereka saat ini dengan masa lalu mereka, daripada membandingkan diri mereka dengan orang lain.

Gambar yang menunjukkan seseorang sedang membaca buku dengan gembira. Pengaturan diri terlihat.

Mendukung tujuan penguasaan

Sebagai mentor, Anda dapat memengaruhi orientasi tujuan yang dimiliki pelajar Anda. Untuk memaksimalkan pembelajaran dan prestasi, tujuan Anda harus menumbuhkan orientasi tujuan penguasaan dan memperkecil orientasi yang menghindari performa. Berikut adalah beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk mendukung tujuan penguasaan:

  • Buat tugas yang berfokus pada tingkat pemikiran yang lebih tinggi, seperti menganalisis dan membuat.

  • Gunakan berbagai jenis aktivitas pembelajaran yang menantang, terorganisir, dan dianggap berguna dan menarik bagi pelajar.

  • Izinkan pelajar agar belajar sesuai tempo mereka sendiri.

    Tip

    Tujuan penguasaan dapat menghilangkan adanya tekanan pada pelajar yang kesulitan atau tidak bersemangat dalam belajar. Ketika pelajar menetapkan tujuan penguasaan, tujuan ini akan membantu mencapai kesuksesan dengan kemampuan mereka saat ini.

  • Beri kesempatan kepada pelajar untuk bertanggung jawab atas proses belajar, membuat keputusan, dan mengambil peran kepemimpinan mereka sendiri.

  • Gunakan berbagai macam metode penilaian, insentif, dan hadiah untuk mengevaluasi kemajuan individu setiap pelajar.

    Catatan

    Pelajar dengan orientasi tujuan yang pada akhirnya malah mengakibatkan mereka takut membuat kesalahan akan membuat mereka tidak bersemangat mereka jika gagal. Anda dapat mengubah stigma terkait kegagalan dengan menekankan bahwa kegagalan itu sendiri merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Tegaskan kembali bahwa terjadinya kesalahan sebenarnya berarti bahwa mereka memang sedang belajar.

  • Kelompokkan pelajar dengan pelajar lain yang memiliki kemampuan dan sudut pandang yang berbeda untuk mendukung terjadinya kerja sama dan kolaborasi.

    Tip

    Cobalah mengelompokkan orang yang memiliki kemampuan dan temperamen yang berbeda. Pada awalnya, orang-orang dalam suatu grup mungkin terlihat tidak cocok. Tetapi, kemampuan satu orang dapat mengimbangi kekurangan orang lain.

Gambar yang menunjukkan lima orang memegang benda yang mewakili spesialisasi mereka dan berdiri di belakang sosok berlabel 'Anda'.

Apa yang memotivasi tim Anda?

Anda sadar bahwa anggota tim Anda terlihat termotivasi oleh berbagai macam hal. Satu orang sangat ingin menyajikan ide suatu kode kepada tim, sementara yang lain bekerja sendirian dengan senang hati. Beberapa anggota tim suka bekerja dalam grup. Mereka suka mengusulkan ide dan menerima kritik, serta tampaknya bisa berkembang karena adanya tanggapan. Ada juga yang enggan untuk membagikan pekerjaan mereka. Mereka khawatir akan membuat kesalahan yang akhirnya membuat mereka terlihat buruk bagi tim.

Ketika pelatihan akan segera berakhir, beberapa anggota tim bertanya apakah akan ada ujian atau evaluasi kepada Anda. Bagi sebagian orang, ujian akan menjadi tantangan dan kemungkinan dalam menambah pengalaman belajar. Bagi yang lain, adanya kemungkinan bahwa mereka harus mengerjakan ujian sangat menakutkan. Apa yang akan dipikirkan semua orang jika hasil ujiannya jelek?

Memeriksa orientasi tujuan tim Anda

Sebagai pemimpin tim pengembang, Anda harus memutuskan cara mengatur pelatihan tim Anda. Anda harus memilih antara tiga pendekatan pelatihan:

  • Pendekatan #1: Belajar mandiri yang diikuti dengan evaluasi oleh rekan sesama pelajar dan para ahli.

  • Pendekatan #2: Kelas coding dengan adanya ujian di akhir masa pembelajaran.

  • Pendekatan #3: Lokakarya coding yang diselenggarakan oleh rekan pelajar dan para ahli.

Anda ingin memaksimalkan potensi pembelajaran tim Anda dan meminimalkan tingkat stres. Anda bertemu dengan anggota tim Anda dan menemukan orientasi tujuan mereka. Tabel ini mencantumkan hasil percakapan tersebut:

Cara pelatihan Deskripsi Respons anggota tim yang memiliki orientasi tujuan performa Respons anggota tim yang memiliki orientasi tujuan penguasaan
#1: Belajar mandiri dan kemudian evaluasi Anggota tim akan belajar dengan menyelesaikan tugas mereka sendiri. Semua orang kemudian akan bertemu dan mengevaluasi pekerjaan sesamanya. Pengembang senior juga akan menawarkan evaluasi mereka, karena mereka sudah mengetahui topiknya dengan baik. Mereka ingin menjadi giat sehingga dapat membuat rekan satu tim serta pengembang senior terkesan atas pekerjaan mereka. Mereka menantikan adanya tantangan untuk mempelajari kode baru. Mereka ingin mendapatkan tanggapan (baik atau buruk) dari tim dan pengembang senior karena akan membantu mereka berkembang.
#2: Kelas coding dengan ujian Anggota tim akan turut serta dalam kelas coding. Semua anggota akan mengerjakan tugas dan menyerahkannya untuk dinilai. Akan ada ujian di akhir kelas. Pelajar dengan nilai tertinggi akan mendapatkan penghargaan khusus. Bagi pelajar, menjadi lebih rajin daripada sesama pelajar yang lain adalah hal yang penting. Mereka berharap agar materi pelajaran mudah karena mereka benci jika gagal. Mereka sudah tertekan karena mungkin akan ada ujian. Belajar cara menulis kode dengan baik adalah hal yang paling penting bagi mereka. Bahkan lebih penting daripada nilai ujiannya. Mereka tidak tertekan karena ujiannya karena senang saat mengevaluasi apa yang telah dipelajari.
#3: Lokakarya coding Tim akan belajar bersama dalam lokakarya. Tidak akan ada penilaian. Pengembang yang berpengalaman akan hadir untuk membantu menulis, menjalankan, dan memecahkan masalah kode. Semua orang akan bekerja sama dalam kelompok untuk belajar dari kode peserta lain. Peserta akan diminta untuk menjadikan kode mereka sebagai sampel kode sebagai solusi masalah yang dikerjakan. Kelompok peserta akan mengevaluasi sampel ini. Peserta termotivasi demi membuat rekan satu tim dan pengembang senior terkesan dengan menjadi yang pertama dalam memikirkan cara elegan untuk menyelesaikan masalah. Peserta mungkin menghindari menyuarakan solusi yang menurutnya kurang sempurna supaya mereka tidak dikritik. Mereka ingin belajar sebanyak mungkin dari rekan satu tim dan pengembang senior mereka. Mereka akan membagikan pekerjaan mereka dengan grup dengan antusias, meskipun pekerjaannya tidak lengkap atau bermasalah. Kritikan dari orang lain tidak akan mengganggu mereka selama mereka bisa belajar dari kritikan tersebut.

Refleksi

Berdasarkan respons yang telah Anda terima dari tim Anda:

  • Dengan asumsi jumlah responden yang sama memiliki orientasi performa dan penguasaan, pendekatan pelatihan mana yang paling efektif?

  • Jika ada lebih banyak responden yang memiliki orientasi performa, pendekatan mana yang paling efektif?

  • Jika ada lebih banyak responden yang memiliki orientasi penguasaan, pendekatan mana yang paling efektif?